Thursday, February 28, 2019

Published February 28, 2019 by with 0 comment

Makanan Tinggi Protein Yang Baik Untuk Tubuh

Makanan Tinggi Protein Yang Baik Untuk Tubuh

Makanan tinggi protein bisa kamu temukan di berberbagai sumber makanan seperti sayuran, buah-buahan, ikan, hingga daging. Makanan tinggi protein tentunya baik untuk kesehatan karena memang protein merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang makanan tinggi protein, alangkah baiknya untuk mengetahui apa sebenarnya protein itu. Protein adalah salah satu zat gizi makro yang terbentuk dari beberapa unsur, yaitu karbon (C), hidrogen (H), oksigen (o), dan nitrogen (N). Selain protein terbentuk dari zat-zat di atas, protein juga terkadang terbentuk dari tembahan zat seperti belerang dan fosfor.

Protein juga merupakan salah satu zat makro yang memiliki berbagai macam fungsi. Salah satu fungsi protein adlaah untuk membantu pertumbuhan sel-sel. Fungsi tersebut merupakan fungsi utama protein yang paling penting bagi tubuh.

Zat gizi protein bisa kita dapatkan dari dua sumber makanan, yaitu protein hewani yang berasal dari hewan, dan protein nabati yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Dalam sehari, kamu membutuhkan asupan makanan mengandung protein hewani sebanyak 2-4 porsi atau setara dengan 70-160 gram daging-dagingan. Kemudian kamu juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung protein nabati yaitu sebesar 2-4 porsi.

Untuk memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh sehari-hari, kamu bisa mengkonsumsi beberapa makanan tinggi protein berikut 

1. Telur

Telur merupakan makanan tinggi protein yang mudah kita temui, dan mudah kita dapat bahkan disukai oleh banyak orang. Telur mengandung vitramin, mineral, lemak sehat, antioksidan yang berguna melindungi mata dan nutrisi otak.

Mengonsumsi telur lebih baik karena mengandung protein murni tanpa lemak. Satu telur mengandung 6 gram protein dan 78 kalori.

2. Dada Ayam

Makanan tinggi protein hewani selanjutnya adalah dada ayam. Dada ayam sangat mudah untuk diolah, dengan catatan kamu mampu memasaknya dengan benar. Kadar protein yang terkandung dalam 1 dada ayam tanpa kulit adalah sebesar 53 gram dan mengandung 284 kalori.

3. Susu

Susu adalah minuman tinggi protein yang sangat bergizi. Susu mengandung banyak nutrisi tunggal yang dibutuhkan oleh manusia karena sarat akan kalsium, fosfor, dan vitamin B2.

Secangkir susu dengan lemak 1 persen mengandung 8 gram protein dan 103 kalori. Olahan susu seperti yogurt juga menjadi makanan tinggi protein. Yogurt seberat 170 gram mengandung 17 gram protein dan 100 kalori.

Makanan Tinggi Protein Hewani

4. Daging Sapi

Makanan tinggi protein selanjutnya adalah daging sapi yang tidak memilii lemak. Daging sapi tanpa lemak mengandung protein yang tinggi. Daging sapi seberat 85 ons yang di masak dengan lemak 10 persen mengandung 22 gram protein dan 184 kalori.

5. Ikan Tuna

Ikan tuna memiliki lemak dan juga kalori yang cukup rendah, sehingga sebagian besar yang terkandung dalam ikan tuna adalah protein. Selain itu, makanan tinggi protein ini juga mengandung lemak omega 3. Dalam 1 ons ikan tuna mengandung 30 gram protein dan 157 kalori.

6. Udang

Sebagian besar makanan laut memang merupakan makanan tinggi protein yang rendah lemak. Udang mengandung berbagai nutrisi seperti selenium, vitamin B12, dan lemak omega 3. Dalam 1 ons udang mentah mengandung 24 gram protein dan 99 kalori.

Makanan Tinggi Protein Nabati

1. Gandum

Gandung juga termasuk dalam makanan paling sehat karena mengandung serat yang sehat, magnesium, mangan, vitamin B1, dan nutrisi lainnya. Kadar protein yang terkandung dalam gandum mentah adalah 13 gram dan 303 kalori.

2. Kacang Almond

Makanan tinggi protein selanjutnya adalah kacang almond. Kacang almond mengandung serat, vitamin E, mangan dan magnesium. Kadar protein yang ada pada kacang almond sebanyak 6 gram per 1 ons nya.

3. Selai Kacang

Satu sendok selai kacang kurang lebih 30 gram mengandung 8 gram prootein dan 6 gram karbohidrat. Kombinasikan dengan batang seledri dan cemilan tersebut hanya akan mengandung 12 gram karbohidrat. Kamu juga bisa memadukan dengan potongan wortel untuk dijadikan cemilan yang mengenyangkan dan menyehatkan.

4. Biji Labu

Biji labu mengandung 7 gram protein per 30 gram sajiannya. Kemudian juga mengandung tinggi antioksidan, zat besi, seng, potasium, kalsium, magnesium, dan nutrisi lainnya.
Read More

Tuesday, February 19, 2019

Published February 19, 2019 by with 0 comment

Olahraga Pagi Lebih Baik Daripada Sore Benarkah

Olahraga Pagi Lebih Baik Daripada Sore Benarkah

Olahraga pagi atau sore hari ternyata memiliki efek yang berbeda. Para peneliti dari University of Copenhagen menemukan, efek dari olahraga mungkin berbeda tergantung pada waktu olahraga yang dilakukan.

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga di pagi hari menghasilkan peningkatan respons metabolik pada otot rangka, sedangkan olahraga di sore hari meningkatkan pengeluaran energi dalam waktu yang lama.

Peneliti University of Copenhagen bekerja sama dengan peneliti dari University of California Irvine melakukan studi penelitian waktu olahraga. Studi dilakukan menggunakan tikus.

"Tampaknya ada perbedaan yang cukup signifikan antara efek olahraga yang dilakukan di pagi dan sore hari. Perbedaan-perbedaan ini mungkin dikendalikan jam sirkadian tubuh. Olahraga pagi hari berpengaruh pada gen dalam sel otot. Kinerja gen menjadikan lebih efektif dan mampu memetabolisme gula dan lemak," tulis peneliti Jonas Thue Treebak dari Novo Nordisk Foundation Center for Basic Metabolic Research Center, dilansir dari Medical Xpress,

Olahraga di Pagi Hari Tidak Selalu Lebih Baik

Para peneliti mengukur sejumlah efek olahraga pagi dan sore hari di dalam sel otot, termasuk respon transkripsi dan efek pada metabolit. Hasil penelitian menunjukkan, respons jauh lebih kuat setelah olahraga di pagi hari.

Hal ini ini cenderung dikendalikan mekanisme sentral yang melibatkan protein HIF1-alfa, yang secara langsung mengatur jam sirkadian tubuh. Olahraga di pagi tampaknya meningkatkan kemampuan sel-sel otot untuk memetabolisme gula dan lemak.

Efek ini menarik minat para peneliti dalam kaitannya dengan orang-orang dengan kelebihan berat badan yang parah dan diabetes tipe 2. Di sisi lain, olahraga di sore hari meningkatkan pengeluaran energi dalam beberapa jam saja setelah berolahraga.

Oleh karena itu, para peneliti tidak dapat menyimpulkan, olahraga di pagi hari lebih baik daripada olahraga di sore hari.

"Atas penelitian ini, kita tidak dapat mengatakan dengan pasti, mana yang terbaik, olahraga di pagi hari atau sore hari. Kami hanya dapat menyimpulkan, efek keduanya wakut itu tampak berbeda," Jonas melanjutkan.
Read More

Saturday, February 2, 2019

Published February 02, 2019 by with 0 comment

Aktor Terkenal Yang Terkena Kanker Otak

Aktor Terkenal Yang Terkena Kanker Otak
 
Komedian yang juga binaragawan, Agung Hercules, saat ini sedang berjuang melawan kanker otak glioblastoma. Kondisi ini membuatnya fokus menjalani perawatan sehingga hiatus dari dunia hiburan.

Selain Agung Hercules, ada beberapa tokoh yang juga pernah mengidap kanker otak. Dilansir dari berbagai sumber inilah mereka:

1. Senator Amerika Serikat, John McCain

Senator Senior dari Amerika Serikat ini pernah menjadi calon presiden pada 2008 namun kalah dari Barack Obama. Pada 2015, McCain diangkat menjadi Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat namun ia mengurangi tugasnya setelah didiagnosis menderita kanker otak.

Beragam pengobatan ia jalani hingga akhirnya memutuskan menghentikan pengobatan kanker otak tipe glioblastoma. Tak lama ia meninggal pada Agustus 2018 di usia 81 tahun seperti melansir laman Scientific American.

2. Epy Kusnandar

Awalnya sering muntah-muntah, demam tinggi, hingga tekanan darahnya naik, begitu menyetir tiba-tiba mengalami black out dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Menurut hasil pemeriksaan dokter, Kang Epy menderita kanker otak dan divonis hidup tinggal 4 bulan.

Epy memilih untuk melakukan pengobatan alternatif dengan ramuan ahli terapi herbal Jeng Ana. Tidak mengonsumsi daging dan terus mengonsumsi sarang semut setiap pagi dan sore, Kang Epy berhasil sembuh.

3. Pesepakbola, Jose Enrique

Pada 2018, Jose merasakan gangguan pada bagian kepalanya. Setelah memeriksakan kepalanya, dia tidak menyangka bahwa penyebab gangguan pada kepalanya adalah sebuah tumor ganas.

Pria yang pernah membela Liverpool dari 2011-2016 melakukan operasi di Spanyol. Selama setahun Jose berusaha melawan kanker otaknya dengan melewati kesakitan. Setelah menjalani operasi dan pemulihan, kini keadaan Jose menjadi lebih baik.

4. Mark Ruffalo

Mengutip Looper, Ruffalo menceritakan, dia bermimpi terkena tumor otak pada 2001. Hal tersebut membuatnya khawatir dan memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter. Setelah melakukan CT Scan ditemukan tumor otak jenis Acoustic Neroma.

Pascakelahiran putranya, dia memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan tumor. Operasinya berjalan sukses tapi Mark Ruffalo terpaksa kehilangan pendengaran permanen di telinga kirinya.
Read More